Lomba olahraga menembak senapan angin gejluk di Malang melalui lomba Perbakin Malang II

Perbakin kota Malang– Persatuan Menembak Indonesian (Perbakin) Kota Malang pencarian bakat-bakat generasi muda yang unggul dan berkreasi dalam bidang olahraga menembak. Dalam mencapai ini Perbakin mengadakan lomba menembak senapan angin gejluk tipe metal silhoutte Piala Perbakin Malang II di Lapangan latihan Brimob kota Malang. Dalam kegiatan perlombaan ini, nantinya akan dicari bakat-bakat terbaik dan unggul dari berbagai kelas menembak dari berbagai kota diseluruh Indonesia. Mereka akan dibina lagi oleh pembina Perbakin agar lebih bisa meningkatkan kemampuan dan minat dalam bidang olahraga menembak. Mereka juga disiapkan untuk kegiatan perlombaan menembak baik tingkat nasional atau internasional.

Senapan Angin Gejluk

Perbakin kota Malang – Dalam kegiatan Lomba menembak piala Perbakin malang ini, dibagi menjadi lima kelas yang diikuti oleh ratusan peserta mulai dari remaja sampai dewasa baik laki-laki sampai perempuan. Ketua Perbakin Kota Malang Kristian Berlina menjelaskan bahwa, nantinya masing-masing juara dikelasnya akan dibina oleh pembina perbakin agar dapat ditingkatkan kemampuannya sesuai kelas-kelas dalam perlombaan yang akan berlangsung. Peserta termuda berumur sekitar 12 tahunan yang berasal dari kota” terdekat.

Perbakin kota Malang – “Pembagian kelas dalam perlombaan Pebakin Malang II ini berdasarkan jarak tembaknya. Ada lima kelas yang diperlombaan, yakni kelas pertama jarak 17 meter dengan kapasitas penembak 15 peserta, kedua jarak 22 meter dengan kapasitas 15 peserta, ketiga jarak 33 meter pada kelas bench rest dengan bantalan jaraknya kian jauh 25 meter dengan kapasitas 10 peserta. Ke-empat jarak 41 meter dengan kapasitas 5 peserta serta jarak 50 meter keatas dengan kapasitas 5 peserta,” ujarnya dalam pidato pembukaan lomba Perbakin Malang II.

Perbakin kota Malang – Dalam perlombaan menembak senapan angin gejluk tersebut, kaliber peluru yang digunakan adalah sekitar 4.5 mm untuk semua kelas menembak diatas 22 meter serta yang menggunakan teleskop yang termasuk peraturan pertanding tersebut. Sedangkan dikelas 17 meter juga menggunakan kaliber 2.5 mm yang lebih kecil, namun tidak disertai demgam penggunaan teleskop. Jadi hanya menggunakan mata telanjang. Kegiatan perlombaan perbakin ini sendiri akan digelar selama kurang lebih dua hari, Sabtu sampai Senin besok dan tetap diselenggarakan di Lapangan Brimob Kota Malang.

Perbakin kota Malang – “Kegiatan perlombaan Perbakin II kota Malang ini juga untuk memperingati hari jadi ke-103 Kota Malang. Semoga kegiatan perlombaan Perbakin II ini bisa menumbuhkan atlet muda terbaik dari cabang olahraga menembak, yang akan nantinya dapat dinaikkan levelnya yang lebih tinggi serta dalam perlombaan menembak lain untuk mengangkat nama Perbakin Kota Malang dan Kota Malang sendiri,” ujar Kristian dalam sebuah tatap muka dengan wartawan.