Harga Kubah Enamel Masjid Tertua di Pulau Jawa

Harga Kubah Enamel Masjid Tertua di Pulau Jawa

Harga Kubah Enamel Masjid Tertua di Pulau Jawa

 

Sebagai bangunan yang digunakan untuk kepentingan peribadatan, masjid menjadi salah satu bangunan yang harus ada di setiap daerah di Indonesia. Pasalnya penganut agama islam di Indonesia sangat banyak bahkan merupakan penganut agama terbesar di Indonesia. Keberadaan masjid yang dibangun dengan harga kubah enamel yang murah  tentunya tidak lepas dengan sejarah penyebaran islam yang dulu dilakukan oleh Wali Songo. Karena hal tersebut merupakan titik awal lahirnya kerajaan-kerajaan islam yang kemudian meninggalkan banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah tentang Islam seperti halnya bangunan masjid.

Di Pulau Jawa khususnya, Wali Songo telah membangun beberapa masjid bersama dengan para raja atau sultan dari kerajaan yang sampai sekarang bahkan masih tegak berdiri dengan kokoh. Masjid tersebutlah yang menggunakan harga kubah enamel yang murah dan berkualitas kemudian menjadi masjid-masjid pertama dan tertua di Pulau Jawa. Diantara masjid-masjid tersebut, bahkan ada yang usianya sudah mencapai hampir 650 tahun dan sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat beribadah bagi penduduk yang beragama islam dan tinggal di sekitar bangunan masjid tersebut.

Masjid pertama yang didirikan di Pulau Jawa adalah masjid yang diberi nama Maulana Malik Ibrahim. Masjid tersebut terletak di Dusun Pesucinan, Desa leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Konon masjid Maulana Malik Ibrahim sudah berumur 649 tahun lebih. dinamakan demikian karena masjid tersebut didirikan oleh salah satu tokoh agama Islam terkemuka di Pulau Jawa yaitu Syech Maulana Malik Ibrahim, Beliau merupakan salah satu Sunan atau Wali yang termasuk dalam Wali Songo dan lebih sering dikenal dengan nama Sunan Gresik.

Jika dilihat sekilas saja, masjid Maulana Malik Ibrahim ini tidak tampak seperti masjid yang sudah berumur ratusan tahun. Hal tersebut karena masjid tersebut sudah mengalami beberapa renovasi pada bangunannya. Namun meskipun begitu, masih ada beberapa komponen masjid yang sengaja dipertahankan agar menunjukkan bahwa masjid tersebut merupakan salah satu masjid masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan sejarah.

Komponen tersebut diantaranya adalah kolam air (tempat wudhu) yang dulu letaknya di luar masjid, namun setelah ada renovasi perluasan kolam tersebut diletakkan di dalam masjid Maulana Malik Ibrahim. Kolam tersebut berukuran 3×3 meter persegi dan konon dulunya merupakan tempat wudhu Sunan Maulana Malik Ibrahim saat akan menjalankan sholat.

Walaupun masjid Maulana Malik Ibrahim merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di Indonesia, namun masjid ini belum begitu dikenal luas oleh masyarakat. Pasalnya masjid tersebut terletak did lam desa yang jalanannya hanya bisa dilalui kendaraan beroda dua atau kendaraan beroda empat seperti mobil. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti bis belum bisa melalui jalan tersebut karena sempit.

Meskipun demikian, masjid tertua di Pulau Jawa tersebut tetap memiliki pesona dan nilai sejarah yang tinggi. Selain itu masjid Maulana Malik Ibrahim juga masih sering digunakan oleh penduduk sekitar masjid baik untuk melakukan sholat berjamaah, untuk kegiatan tadarus, maupun untuk kegiatan keagamaan lainnya. Baca selengkapnya : harga kubah enamel terbaru 2018.