Lika Liku Masjid di Tuban Jawa Timur

Lika Liku Masjid di Tuban Jawa Timur

Lika Liku Masjid di Tuban Jawa Timur

Lika Liku Masjid di Tuban Jawa Timur

Pada waktunya ketika matahari masih akan menampakkan senyumnya dilangit, dengan ayam mulai bertebarang meminta makan, dan burung berkicau dengan riangnya sambil bernari nari mencari sang pujaan hatinya, aku masih merenung didalam kamarku. Yuks bukan kamarku tapi juga kamar banyak orang karena kami tinggal berlima sebagai anak kos. Renunganku berlarian kemana-mana, mulai dari memikirkan nasib ku, nasib kawanku, nasib kuliahku dan sampai pada titik bagaimana nasib negaraku. Ya cukup ribet dan sok idealis yang ada didalam benak fikiranku. Karena entah darimana otak otakku berlarian hingga sejauh itu, mungkin efek dari melihat film semalam yang memperlihatkan sudut pandang sebuah Masjid di Tuban Jawa Timur.

Dalam lamunan itu, disudut jendela kamar paling depan dari rentetan banyak kamar kos yang entah siapa yang saja yang ada disitu, karena saking banyaknya para pencari ilmu di kota ini. aku memikirkan jauh sangat panjang ketika melihat, Tuhan akan menjodohkan aku dengan siapa nantinya, karena sampai masuk di semester V Fakultas Teknik Jurusan Sipil ini aku sama sekali belum mengenal atau lebih enaknya belum ada sosok perempuan yang pernah dekat denganku sekalipun tak pernah. Bahkan tidak jarang merasa takut hingga berkeringat basah ketika harus duduk didalam kelas berdampingan dengan seorang cewek. Aneh memang kalau difikirkan apa yang aku alami itu, mungkin memang sejak Sekolah Dasar aku sudah hidup didalam pondok pesantren yang mana dari santrinya saja laki semua apalagi ustadnya. Di pondok itu hanya bertemu dengan cewek mungkin ketika hari Jumat saat kegiatan pondok libur semua dan hanya diisi dengan jalan-jalan di Desa sekitar pondok sana.

Untuk menatap matanyapun sangat takut, ya lamunanku sampai pada pernah suatu ketika saat berada di Masjid pondok tidak sengaja ada ning begitu putri kyai dipanggil, sedang berada di Masjid itu, dan kami harus berjumpa karena aku dipanggil oleh Kyai untuk datang kerumahnya. Tiba-tiba hati ini berdebar begitu kencang langkah kaki berjalan begitu beratnya, dan kepala ini terasa berat hanya sekedar untuk melihat kedepan, karena mata ini tidak pernah bisa melihat selain apa yang ada didepan jempol kaki, rasanya begitu menyakitkan sekali harus berjalan dari Masjid kerumah Kyai yang memang tidak jauh dari Masjid pondok situ. Dalam perjalanan juga tidak pernah berhenti membaca istigfar agar apa yang dilakukan itu adalah kebenaran dari Tuhan bukan karena apa yang sangat diinginkan.

Di saat masih tersenyum sendiri membayangkan kejadian di Masjid pesantrenku dulu itu, tiba-tiba Paijo aku memanggil teman dekatku ini dari belakang membentak begitu kerasnya. Karena melihat aku tersenyum-senyum sendiri. Dan buyar sudah lamunanku itu, ternyata waktu sudah siang dan harus segera bergegas kekampus karena ada mata kuliah pada jam itu.

Kontraktor Kubah Masjid di Bengkulu

Kontraktor Kubah Masjid di Bengkulu

Kontraktor Kubah Masjid di Bengkulu

Kontraktor Kubah Masjid di Bengkulu

Pada suatu hari, ada seorang petani yang sedang asyik mengayuh sepedanya mengitari kota Bengkulu. Dengan sepeda tua yang dia gunakan bapak ini terus berjalan pandangan matanya dihiasi oleh pinggiran jalanan kota Bengkulu, banyak tulisan mulai dari nama jalan raya, nama toko makanan, pakaian, toko mainan, toko lainnya. Matanya juga tidak lepas dari tulisan yang agak sangat besar dipinggir jalan kanannya dia bersepedanya karena disitu dia menemukan tulisan Kontraktor Kubah Masjid di Bengkulu.

Atas demikian, bapak tersebut terus mengayuh sepedanya karena tidak tahu dia harus kemana dan untuk apa. Pada waktu itu, dia hanya menunggu hasil pertanian rumah miliknya bisa untuk menghidupi keluarganya. Bapak itu bernama Sulaeman Tariq, seorang yang berumur tujuh puluh tahunan dari keluarga yang sangat sederhana. Dia adalah saksi hidup perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Berjuang pada waktu itu adalah tidak mengenal waktu dan keluarga dirumah yang penting bisa terus menempuh hidup bahagia bagi nusa dan bangsa nantinya.

Sulaeman kemudian berhenti berteduh dibawah pohon pinang yang besar dipinggir jalan. Dia mepelas topi lusuhnya sambil mengipas-ngipaskan ke arah mukanya karena memang matahari pada watu itu sangat terik sekali, dia merasa sudah tak sanggup lagi mengayuh. Padahal jika dibandingkan pad masa mudanya, apa yang dikayuhnya tidak kurang dari sepertiga dari biasa yang dia kayuh dulu ketika masih muda. Sulaeman Tariq kemudian matanya terus memandangi disekitarnya, karena sudah banyak yang berubah dibandingkan sepuluh tahun yang lalu, ditempat dia berteduh dahulu kala seingatnya ada papa bertuliskan Kontraktor Kubah Masjid yang dulunya sangat sering dia kunjungi karena sang Kontraktor Kubah Masjid tidak dan tidak bukan adalah temannya sendiri.

Kemudia, muncul berulang kali dalam benaknya, dia kawan lamanya sekarang tinggal atau mengorbitkan lagi sebagai Kontraktor Kubah Masjid yang memang cukup terkenal didaerah situ. Dan Sulaeman memberanikan diri untuk mencoba bertanya kepada seorang yang kebetulan sedang lewat disitu, seorang pemuda itu mencerikan jika sang Kontraktor Kubah Masjid sudah pindah dari tempat sini beberapa tahun yang lalu, sudah sekitar 9 tahun yang lalu katanya. Katanya sang Kontraktor Kubah Masjid teman Sulaeman itu sudah pindah disebarang jalan timur jauh.

Dan, Sulaeman teringat sewaktu dia mengkayuh sepedanya tadi matanya sempat tertuju pada papan yang bertuliskan Kontraktor Kubah Masjid, dan kata pemuda itu iya benar disitu sang Kontraktor Kubah Masjid teman Sulaeman pindah tokonya.

Bahan Kubah Enamel

Bahan Kubah Enamel

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam.  Walaupun kelihatan sudah banyak pembangunan masjid, di mana ada kelompok  / perumahan baru biasanya dibangun masjid atau mushola yang lebih kecil dari masjid.  Yang membedakan masjid satu dengan lainnya adalah kubahnya.  Dan dari berbagai macam jenis bahan kubah, salah satunya adalah bahan kubah enamel.

Bahan kubah enamel terdiri dari dua bagian, yaitu bahan dasar konstruksi dan enamelnya sendiri yang melapisi bahan dasar.  Bahan dasar konstruksi biasanya menggunakan bahan baku sejenis bahan plat baja atau low carbon dengan jenis spcc-sd atau jenis sphc.  Bahan jenis ini digunakan karena dinilai sangat pas dengan karakteristik enamel yang akan melapisinya.  Enamel sendiri merupakan sejenis bahan porselen yang telah dibakar pada suhu tinggi, sekitar 800 derajat celcius.

Kelebihan dari penggunaan bahan kubah enamel adalah :

  1. Tahan terhadap karat (korosi). Ini menyebabkan bahan ini cocok untuk kubah-kubah masjid di daerah pesisir pantai atau daerah-daerah yang mempunyai dua musim (kemarau dan hujan) seperti di Indonesia.
  2. Enamel coating merupakan bahan yang paling hemat dan ekonomis untuk bahan dasar baja.
  3. Bahan enamel mempunyai berbagai warna, halus, dan mengkilap.
  4. Bahan dasar baja yang dilapisi enamel membuat kubah lebih fleksibel dibentuk. Misalnya, kubah mau dibentuk setengah lingkaran atau setengah bentuk telur.
  5. Tahan terhadap panas matahari.

Namun, bahan kubah enamel ini merupakan bahan yang permanen, sehingga kubah tidak bia dipindah atau bentuknya diubah lagi saat renovasi.  Bila ingin melakukan perubahan berarti membuat yang baru.

Dari sekian banyak pembuat kubah masjid, kami adalah kontaktor yang handal, dapat di percaya, dan berpengalaman.  Beberapa kubah masjid di Jakarta sudah kami buat.  Bila ingin tahu lebih lanjut bisa menghubung kami di telepon / WA 081333920729.  Kami akan melayani Anda dengan yang terbaik.